MTB Pertama saya - Bekas tapi baru untuk saya
Halo Teman-teman, ini adalah cerita pertama dan konten pertama diblog ini. Disini saya akan share pengalaman saya selama bersepeda, yang perlu teman-teman ketahui disini saya bisa dibilang baru dalam hal bersepeda, karena terakhir kali saya bersepeda dan menyukai sepeda itu waktu saya kecil dulu banget.
Dulu kakek saya pemilik bengkel sepeda yang lumayan ramai pengunjung, karena didaerah saya itu dulu cuma kakek saya saja yang mempunyai bengkel sepeda. Karena hobi kakek saya adalah bersepeda makanya nular ke saya.
Dengan dukungan dari ibu dan kakek saya yang sering ngasih pinjem koleksi sepeda jualannya, akhirnya saya bisa mencoba beberapa jenis sepeda yang populer dimasa itu.
Cuman sayang semakin bertambahnya usia saya, yang kemudian tumbuh menjadi seorang remaja tanggung, membuat saya lupa akan serunya bersepeda dan beralih ke sepeda motor. Sejak itulah saya tidak pernah menggunakan lagi sepeda.
Setelah 18 tahun berlalu tanpa Sepeda, kini saya kembali terobsesi dengan cara saya bersepeda, setelah seorang teman meminjamkan sepedanya kepada saya. ya tentunya hal tersebut mengingatkan saya kembali ke masalalu, yang jujur saja jadi sedih juga karena teringat almarhum kakek.
Nah singkat cerita sayapun jadi kepikiran untuk membeli sepeda karena tetangga dan teman-teman saya selalu ngajakin saya bersepeda. dan karena rasa ingin saya yang sangat kuat akhirnya saya putuskan untuk membeli sepeda.
Dengan uang pas-pasan jujur saja saya tidak mungkin membeli sepeda baru maka saya memutuskan untuk mencari sepeda second, tapi sayangnya saya sangat kesulitan mencari sepeda bekas dengan harga seminim mungkin dan barang semewah mungkin hehe....
Jadi ceritanya kemarin itu saya hanya punya uang Rp.600.000 dan saya mencari sepeda dengan harga dibawah itu. Susah memang, karena untuk Sepeda yang model kekinia itu harganya rata-rata di atas 900ribu (Second). Sampai akhirnya di Market place saya menemukan beberapa kandidat calon sepeda saya.
Setelah beberapa kali negosiasi dengan penjual, mereka enggan untuk mengurangi terlalu jauh untuk harganya. sampailah pada dua tawaran sepeda berikutnya, yang satu ialah Aviator AT2690XT dan satunya lagi PHOENIX 172MX.
Kejadian unik sekaligus bikin kesal pun terjadi disini. Saya melihat tawaran Sepeda yang menggiurkan di market place dengan nada seperti berikut "Punya sepeda nganggur nih sayang gak dipakai, jadi mau dijual saja yang minat silahkan tawar saja daripada jadi pajangan" Tanpa mencantumkan harga (sepeda Aviator).
Mendengar penawaran seperti itu saya iseng chat pemilik sepeda tersebut meskipun saya pesimis dengan uang yang saya punya.
Saya : "Apa barang ini masih ada ?"
Penjual : "Ya ada a silahkan"
Saya : "Maaf mas kalo boleh tahu mau jual berapa ya mas sepedanya?"
Penjual : "Oh tawar aja a silahkan sayang gak kepake"
Saya : "Malu mas kalo saya langsung nawar"
Penjual : "Kenapa harus malu sih a, ketimbang nawar doang silahkan, kalo cocok kita deal"
Saya : "Maaf banget nih mas, saya budget nya kecil mas jadi saya malu buka harga, sialahkan aja mas yang duluan buka harga"
Penjual : "Sok aja kuatnya berapa coba saya pengen denger"
Mendengar kata seperti itu dari penjual saya jadi lega dong, saya gak malu lagi buat nawar, kemudian saya bilang aja "Maaf mas saya cuman punya uang 500ribu aja gimana mas"
Penjual : "Oh boleh kok a tapi tambah 500 lagi aja deh, biar deal mah hehe..."
Disitu harapan saya pupus 😥 , dan sadar diri dengan budget yang minim gak bakalan dapat sepeda seperti itu. Dan meskipun si penjual kembali menurunkan harganya menjadi 900.000 saja, bagi saya itu mustahil haha... maka saya hentikan penawaran pada sepeda tersebut.
Selanjutnya Saya Beralih pada pilihan kedua yaitu Phoenix 172mx dengan harga 850 ribu (semua sepeda yang saya tawar adalah sepeda second) , kemudian saya chat pemilik sepeda tersebut dan kami mulai bernegosiasi masalah harga, disana saya tidak bertanya plus minusnya sepeda tersebut karena gambar yang di tampilkan sudah mewakilkan keadaannya.
Selesailah negosiasi kami dengan kesepakatan akhir saya mendapatkan harga 600ribu rupiah untuk sepeda tersebu, Dan esok harinya saya pun mendatangi tempat penjual, disana barulah saya mengecek keadaan sepeda tersebut dan didapati jari-jari pada roda telah hilang satu jari, setang yang cukup berkarat, shipter kanan yang sudah tidak berfungsi, keadaan sepeda yang tidak terawat kemudian ada sedikit koplak pada bagian leher dan juga pada bagian roda belakang.
Setelah melihat kondisinya seperti itu, saya sempat ragu untuk mengambil sepeda tersebut, namun atas beberapa pertimbangan seperti lokasi yang terlalu jauh antara lokasi saya dengan penjual dan tentunya ini adalah harga terbaik saat itu menurut saya, akhirnya saya membayar untuk sepeda tersebut seperti kesepakatan awal yaitu 600 ribu rupiah.
Saya mengambil sepeda tersebut menggunakan sepeda motor bersama kakak saya, karena kesulitan untuk mengangkut sepeda tersebut akhirnya saya memutuskan untuk saya pakai saja sepedah tersebut karena meskipun sepeda agak sedikit bermasalah namun sepeda tersebut masih layak pakai.
Saat itu bukan sepeda-nya yang saya khawatirkan, tapi fisik saya yang dipertanyakan, karena jarak antara rumah sipenjual dengan rumah saya itu sangat jauh seperti yang teman-teman lihat pada gambar peta berikut.
Jarak sejauh itu untuk saya yang baru main sepeda lagi gamungkin dong jelas gak mungkin saya kuat 😅 , dan benar saja, baru satu kilo meter saya kayuh sepeda tersebut, saya mulai dehidrasi,mata berkunang-kunang dan mual hehe... parah kan... Untung saja kakak saya bersedia backup saya, jadi kami bergantian menggunakan sepeda, meskipun sebenarnya kakak sayalah yang lebih banyak menggunakan sepeda tersebut,,, salut untuk sang kakak.
Setelah menempuh 70% perjalanan kamipun beristirahat disebuah kedai kelapa muda dan memesan 2 buah kelapa muda yang kami santap ditempat. dan saat itulah Handphone saya membunyikan notifikasi dari market place notifikasi pesan dari penjual pertama yaitu penjual sepeda Aviator dengan bunyi "A ini saya yang jual Aviator, Kalo aa serius minat ya monggo ambil aja gapapa 500 saya lagi butuh uang" dDuuUaaarrrr.... disana saya sangat terpukul sekali.
Dengan berat hati saya balas chat tersebut dengan "Maaf mas saya sudah dapat" sambil melampirkan foto sepeda yang baru saya beli itu, dan sipenjual pun tidak memberikan balasan apapun.
Jujur saya sangat kecewa kenapa harus seperti itu ceritanya, jika waktu bisa saya ulang hehe... saya pasti bakalan nunggu tawaran dari mas penjual Aviator itu karena yah jujur saya lebih tertarik dengan sepeda tersebut daripada sepeda yang saya beli ini. tapi meskipun begitu semua sudah terjadi dan sepeda Phoenix ini kini menjadi MTB Pertama saya dan bersamanya lah saya akan membuat cerita.
Welcome My Bike
PHOENIX 172MX




Posting Komentar